POLMAN, POJOKRAKYAT — Berpotensi tumpang tindih, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) melalui Dinas Perkebunan, Pertanian dan Peternakan (Disbuntarna) anggarkan Rp. 1,2 miliar untuk pengadaan bibit kakao bersertifikat. Rabu 11 Maret 2026.
Padahal tahun ini juga Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengguyur jutaan bibit kakao untuk Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dimana Kabupaten Polman merupakan salah satu Kabupaten yang akan menerima bantuan kakao bersertifikat yahg saat ini sedang ditangkarkan di berbagai wilayah di Sulbar.
Aktivis anti korupsi Arya mengatakan, bantuan Kementan dengan program Kabupaten ini jangan sampai tumpang tindih, penerimanya harus jelas kelompok mana yang disasar Kabupaten dan mana yang disasar oleh program Kementan.
“Nilainya besar Rp. 1,2 miliar kegiatannya sama dengan program Kementan yang menyasar Polman tahun ini, jangan sampai bantuannya tumpang tindih,” ujar Arya.
Ia menyarankan Pemda Polman mengalihkan anggaran Rp. 1,2 miliar tersebut ke program yang lebih tepat sasaran misalnya bantuan perbaikan runah korban bencana kebakaran.
Terpisah, Kepala Bidang Perkebunan Dahlia yang di konfirmasi membenarkan adanya anggaran tersebut tapi kemungkinan untuk dijalankan dipertimbangkan untuk tidak dilaksanakan mengingat banyak bantuan yang sama dari Kementan.
“Kalau untuk anggaran itu belum dilaksanakan, boleh jadi dialihkan ke kegiatan lain karena terlalu banyak bantuan dari pusat untuk kegiatan yang sama jangan sampai tumpang tindih anggaran dan sudah tidak ada areal yang mau ditanami.” jelas Kabid Perkebunan Dahlia.
Ia enggan berkomentar terlalu jauh terkait program pengadaan bibit tersebut dengan alasan sedang zoom meeting.
Hingga saat ini belum ada penegasan dari Disbuntarnak terkait pembatalan program pengadaan bibit kakao yang direncanakan dilaksanakan pada Mei akan datang. (bdt)














