POLMAN,POJOKRAKYAT – Tim Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penangkaran bibit kakao di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kamis (9/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memastikan proses pembibitan memenuhi standar teknis sehingga menghasilkan bibit kakao unggul untuk mendukung peningkatan produktivitas kakao nasional.
Dalam kunjungan itu, tim Kementan yang didampingi Dinas Pertanian Kabupaten Polewali Mandar (Polman) meninjau lokasi penangkaran bibit milik CV Arafah Abadi dan CV Agro Granesia Plant di Desa Kuajang. Di lokasi milik CV Arafah Abadi, proses penyambungan entres batang atas (sambung pucuk) dilaporkan telah mencapai sekitar 95 persen.
PPK program Kakao Kementan Inugraha, mengatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap proses pemeriksaan maupun klarifikasi dari instansi terkait guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan.
“Kami sejak awal telah menjadwalkan kegiatan agar seluruh proses dapat berjalan dengan jelas. Jika ada pihak yang ingin melakukan pemeriksaan atau klarifikasi, kami siap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penangkaran bibit kakao yang telah memenuhi persyaratan dan untuk penyaluran bibit direncanakan berlangsung secara bertahap mulai September hingga November 2026. Sebelum didistribusikan, bibit akan melalui tahapan pemeriksaan barang serta pengawasan dan sertifikasi benih tanaman oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) atau UPTD Provinsi Sulawesi Barat.
Setelah seluruh tahapan selesai, penyaluran bibit akan disesuaikan dengan daftar Calon Petani Calon Lokasi (CPCL). Data CPCL disusun oleh dinas pertanian kabupaten/kota, kemudian diteruskan ke pemerintah provinsi, Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), hingga ke pemerintah pusat untuk ditetapkan dan disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
Pemerintah menargetkan distribusi bibit dapat dioptimalkan pada September, Oktober, dan November 2026. Apabila terjadi keterlambatan, penyesuaian jadwal akan dilakukan melalui mekanisme adendum, dengan target seluruh program pengadaan dan penyaluran bibit kakao rampung pada 2026 sesuai arahan Menteri Pertanian.(tim)














